Percuma Merayakan Jika Tak Memahami Apa yang Dirayakan
Hari Pramuka kembali dirayakan dengan seragam, upacara, dan berbagai kegiatan. Namun, percuma merayakan jika kita sendiri tidak memahami nilai yang sedang dirayakan.
Pramuka mengajarkan kejujuran, keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan rela menolong. Tetapi bagaimana mungkin nilai itu terasa berarti ketika rakyat menyaksikan kekerasan, korupsi, kesenjangan, dan ketidakadilan terjadi di sekelilingnya?
Program MBG misalnya, seharusnya menjadi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Namun, berulangnya kasus keracunan dan persoalan pengawasan membuat publik berhak mempertanyakan ke mana sebenarnya anggaran besar tersebut mengalir dan siapa yang bertanggung jawab.
Kita juga terus mendengar seruan tentang pemberdayaan ekonomi rakyat. Tetapi rakyat kecil tetap harus berjuang mempertahankan warung, pekerjaan, dan penghasilannya sendiri.
Jadi, siapa yang benar-benar menikmati pembangunan?
Jangan sampai Hari Pramuka hanya mengajarkan anak-anak untuk menjadi manusia yang jujur, sementara mereka tumbuh melihat orang dewasa justru mempertontonkan sebaliknya.