Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur?
81 tahun Indonesia merdeka. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, perlombaan digelar, dan berbagai ucapan kemerdekaan memenuhi media sosial. Namun, sudahkah kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat?
Kita sering mendengar pidato-pidato kepresidenan dan menyaksikan berbagai berita di televisi, seakan-akan Indonesia masih baik-baik saja. Namun, bagi sebagian masyarakat, kemerdekaan masih berarti perjuangan membayar kebutuhan sehari-hari, mencari pekerjaan, mempertahankan usaha kecil, dan bertahan di tengah kenaikan biaya hidup.
Di sisi lain, kasus korupsi, ketimpangan, dan penyalahgunaan kekuasaan terus membuat rakyat bertanya “merdeka itu seperti apa?”
Dahulu, penjajah datang membawa ketidakadilan, kekerasan, dan kerja paksa. Hari ini, bentuknya mungkin berbeda, tetapi bukankah rakyat masih merasakan ketidakadilan dan kesulitan yang serupa? Jika dahulu rakyat melawan penjajahan, lalu kepada siapa rakyat harus melawan ketika ketidakadilan justru datang dari mereka yang seharusnya melindungi?
Kemerdekaan seharusnya bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari ketidakadilan, kelaparan, ketakutan, dan kesewenang-wenangan.
Jangan sampai setiap tahun kita meneriakkan “Merdeka!”, sementara masih banyak rakyat yang belum benar-benar merasa merdeka.
81 tahun merdeka. Pertanyaannya bukan sekadar sudah berapa lama Indonesia merdeka, tetapi sudah sejauh mana rakyatnya menikmati kemerdekaan.