Di Tengah Rupiah Melemah, Masihkah Indonesia Baik-Baik Saja?
Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 seharusnya menjadi momentum kebangkitan bangsa di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Namun, kenyataan di lapangan justru berbicara sebaliknya, masyarakat sedang bertarung melawan melemahnya nilai tukar Rupiah yang kian mengkhawatirkan. harga kebutuhan pokok melambung, biaya hidup kian mencekik, hingga gelombang PHK yang menghantui berbagai sektor. Lalu, apakah kondisi seperti ini masih bisa disebut sebagai kemajuan?
Di tengah situasi tersebut, masyarakat terus diminta untuk “tetap tenang” dan “optimis”, sementara kenyataan di lapangan semakin berat. Rupiah melemah, lapangan pekerjaan semakin sulit, tetapi para pejabat masih sibuk berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan pencapaian besar negara. Padahal, bukankah kesejahteraan rakyat seharusnya lebih penting daripada sekadar angka statistik?
Semangat Budi Utomo yang lahir pada tahun 1908 masih terasa relevan hingga saat ini. Jika dahulu masyarakat berjuang melawan penjajahan, kini perjuangan berubah menjadi usaha menghadapi tekanan ekonomi di negeri sendiri. Generasi muda terus didorong untuk menjadi kreatif dan inovatif. Namun, tuntutan itu terasa hambar saat lapangan kerja kian sempit dan daya beli terus merosot. Kreativitas sulit berkembang di tengah kecemasan akan masa depan yang tidak pasti.
Pelemahan rupiah juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih rentan terhadap tekanan global. Nilai tukar yang terus melemah membuat harga barang dan biaya hidup meningkat, sementara ancaman PHK mulai muncul di berbagai sektor. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang, berhemat, dan mencintai produk lokal. Ironisnya, sebagian pejabat masih menganggap situasi ekonomi terkendali, padahal masyarakat secara langsung merasakan menurunnya daya beli dan semakin sulitnya mencari pekerjaan.
Hari Kebangkitan Nasional seharusnya bukan hanya seremoni dan pidato penuh janji. Kebangkitan sejati adalah ketika negara benar-benar hadir untuk rakyat, bukan sekadar meminta rakyat terus bertahan menghadapi keadaan.